Kapitel IX SCJ Provinsi Indonesia

Laporan Propinsial: "Ada Banyak Kemajuan"

Memiliki hati yang penuh kasih mesti menjadi bagian dari hidup seorang anggota SCJ. Hal ini sesuai dengan amanat St Paulus.

“Santo Paulus mengatakan bahwa kasih itu sabar, murah hati. Kasih itu peduli seperti Allah peduli; kendati pun manusia sering bersikap tidak peduli,” kata Romo FA Purwanto SCJ dalam renungan singkatnya saat memimpin Perayaan Ekaristi, Rabu (17/9) lalu di RR Giri Nugroho Palembang.

Inspirasi renungan singkat ini dapat membantu dalam laporan Pater Propinsial SCJ. Gaya pastoral dengan dan dari hati menjadi pilihan SCJ Indonesia dalam menjalankan berbagai karya kerasulan. Untuk itu, dibutuhkan rahmat Roh Kudus, agar dapat sampai pada discernment atas apa yang sudah dikerjakan. Dengan demikian, para kapitulan dapat memikirkan lebih jauh apa yang dapat dikerjakan selanjutnya.

Pater Propinsial menyampaikan secara lengkap (segala bidang) hal-hal yang telah diamanatkan oleh Kapitel ke-8 Propinsi SCJ Indonesia tahun 2008 lalu. Pemaparan ini sekaligus menjadi gambaran kondisi Propinsi SCJ Indonesia.

Pater Propinsial mengatakan bahwa dalam kurun waktu 6 tahun ini ada sejumlah peristiwa yang patut dicatat dan diingat. “Misalnya berkenaan dengan kepemimpinan, personalia dan karya. Lalu ada suksesi kepemimpinan propinsi, wilayah dan komunitas. Ada animasi kepemimpinan. Ada misi di tempat baru seperti di Taiwan dan Madagaskar. Lalu ada penerimaan dan pengembangan lembaga pendidikan Yos Sudarso di Metro dan beberapa keputusan lain yang tidak diatur dalam kapitel 2008 lalu,” kata Pater Propinsial.

Dalam laporannya, Pater Propinsial menampilkan sembilan hal, yaitu spiritualitas dan kualitas Dehonian, komunitas campuran, kepemimpinan, keuangan dan harta benda, formasio, kerasulan, misi, pembaruan Direktorium Propinsi dan pedoman-pedoman.

Berkenaan dengan komunitas campuran, di Keuskupan Agung Palembang ada tujuh komunitas campuran. Bagi seorang SCJ yang menjadi nabi cinta kasih, komunitas campuran mesti dihayati sebagai panggilan untuk bersaksi dan membagikan kharisma Pater Pendiri.

SCJ Indonesia menerima keberadaan komunitas campuran mengingat situasi pastoral yang ada, kendati pun konstitusi menganjurkan agar SCJ tinggal sekomunitas dengan SCJ. “Berkaitan dengan komunitas campuran ini, SCJ Indonesia melihat betapa pentingnya kematangan hidup rohani setiap anggota SCJ, agar mampu membagikan spiritualitas ke-SCJ-annya,” kata Romo Madya.

Dalam laporannya tentang kondisi SCJ Propinsi Indonesia, Pater Propinsial menampilkan data statistik. Data ini menjelaskan tentang perkembangan jumlah anggota SCJ, baik dari segi totalitas, usia, penugasan dan pemetaan karya, serta personalia kepemimpinan. **
:: © SCJ Propinsi Indonesia - Terima kasih Anda telah mengunjungi situs ini ::