Kapitel IX SCJ Provinsi Indonesia

Mgr. Al. Sudarso SCJ: "SCJ Hadir dengan Semangat Murah Hati"

Semangat misi dalam diri para anggota SCJ terus-menerus memberikan harapan yang besar bagi Gereja. Semangat misi terus-menerus tumbuh dalam diri para anggota SCJ.

Bagi Mgr Aloysius Sudarso SCJ, kondisi ini memberikan suatu kegembiraan yang besar bagi Gereja. “Kehadiran SCJ di Asia didukung oleh panggilan kaum muda dan tumbuhnya semangat misioner. Ini suatu kegembiraan di tengah komunitas,” kata Mgr Sudarso dalam presentasinya di hadapan para kapitulan, Selasa (16/9) malam.

Mgr Sudarso mengucapkan syukur atas kehadiran SCJ sebagai religius perintis di Sumatera Bagian Selatan. Para perintis misi di wilayah ini menjadi kenangan yang begitu kuat. Gereja Lokal dapat tumbuh dengan begitu pesat berkat karya Roh Kudus melalui para misionaris SCJ.

“Kenangan terhadap misionaris begitu kuat,” tandas Mgr Sudarso.

Hal yang menggembirakan bagi Mgr Sudarso adalah SCJ hadir dengan semangat murah hati, persaudaraan dan bekerjasama, baik di paroki maupun dalam karya kategorial. Pelayanan dengan semangat murah hati ini bersumber dari spiritualitas hati yang sungguh-sungguh tergerak untuk melayani sesama.

Berkenaan dengan menjadi nabi cinta kasih di zaman ini, Mgr Sudarso mengusulkan agar kekhasan karisma sosial Pater Dehon dilanjutkan, dikembangkan dan mengalir dalam hidup manusia. Kharisma sosial ini juga mesti dibatinkan, hidup, menggerakkan dan mentransformasi kehidupan sosial. Kharisma tersebut perlu dihayati sesuai dengan konteks masyarakat dengan spiritualitas hati.

“Kharisma memberi semangat, sehingga membawa perubahan dan begitu berpengaruh dalam hidup manusia. Karisma ini mesti bisa dibaca dalam kehidupan. Karisma perlu dihayati dalam situasi jaman kini,” kata Mgr Sudarso.

Mengutip Paus Fransiskus, Bapak Uskup mengatakan bahwa pria dan wanita mesti mampu menjadi nabi. Apa yang ingin disampaikan oleh seorang nabi adalah hal-hal yang sangat berguna bagi zaman kini. Gereja mesti menjadi garam dunia dan menjadi saksi dengan cahaya yang berbeda. Religius mesti sadar akan kelemahannya. Religius mesti siapkan formasi baru dengan semangat baru. Nabi cinta kasih dan pelayan pendamaian mempersatukan keberagaman.

Harapan-harapan

Ada sejumlah harapan yang diungkapkan oleh Mgr Sudarso. Pertama, kerjasama dan relasi yang baik dengan para imam diosesan terus-menerus dikembangkan. Dasar kerjasama dan relasi adalah martabat imamat yang sama.

Kedua, para SCJ yang berkarya di paroki diharapkan mampu membangun jemaat dan mengantar paroki menuju kepada kemandirian dalam banyak bidang. Selain itu, para SCJ juga diharapkan mampu melaksanakan visi-misi keuskupan dan sekaligus menghadirkan spiritualitas SCJ yang transformatif dan menggerakkan orang untuk bertindak.
:: © SCJ Propinsi Indonesia - Terima kasih Anda telah mengunjungi situs ini ::