Kapitel IX SCJ Provinsi Indonesia

SCJ di Mata Kongregasi Suster FSGM

Kehadiran dan pelayanan para imam SCJ menjadi sangat bermakna bagi Kongregasi Suster-suster Fransiskanes dari Santo Georgius Martir (FSGM). Hal ini diungkapkan oleh Sr M Aquina FSGM saat memberikan presentasi dalam Kapitel SCJ Indonesia, Kamis (18/9) lalu.

Secara resmi, ada tiga kerjasama yang dilakukan oleh kedua kongregasi. Pertama, pengelolaan Rumah Retret Laverna. RR Laverna merupakan milik FSGM yang dalam pengelolaannya melibatkan seorang anggota SCJ. Kedua, pengelolaan Makam di Pringsewu. Ketiga, pengelolaan Rumah Jompo Gembala Baik di Gisting, Lampung.

Selain itu, ada beberapa paroki yang umumnya dilayani oleh SCJ yang langsung bekerja sama dengan FSGM. Ada juga pelayanan Pengakuan Dosa dan konferensi yang diberikan oleh Rm Andreas Lukasik dan Rm Ambrosius Dhani Indrata untuk para suster di sejumlah komunitas.

“Ada juga pelayanan bagi komunitas novisiat di Pringsewu,” kata Sr M Aquina, Propinsial FSGM Indonesia.

Sr Aquina mengatakan, dalam kerjasama dengan SCJ pihak FSGM mendapatkan pelayanan yang menyenangkan. Ada lima hal yang mendasari karya pelayanan SCJ. Pertama, semangat Hati Kudus Yesus sangat tampak dalam pelayanan-pelayanan SCJ.

Kedua, SCJ mempunyai kesiapan yang baik dalam setiap tugas perutusan. “SCJ memiliki perhatian terhadap hidup rohani. Kami merasa cocok dengan SCJ, karena sama-sama menimba spiritualitas dari lambung Yesus yang terbuka,” kata Sr Aquina.

Kedua, sikap untuk menerima rekan kerja, khususnya tim yang ada di RR Laverna, seminari dan Sekolah Tinggi Musi. “Khusus untuk di seminari, kami merasa dipercaya dan dilibatkan secara penuh, sehingga kami merasa krasan dan nyaman,” tutur Sr Aquina.

Keempat, SCJ tampil dengan gagasan dan pemikirannya dalam mengembangkan tempat karya.

Kelima, SCJ memiliki semangat murah hati dalam pelayanan. Kesan positif dari umat adalah mereka mengalami peneguhan karena merasa disapa, diterima dan dihargai oleh SCJ.

Peluang-peluang Kerjasama

Meski telah memiliki sejumlah kerjasama yang saling menguntungkan, Sr Aquina mengatakan bahwa masih ada peluang-peluang kerjasama yang dapat dikembangkan lebih jauh lagi. Ada tiga peluang kerjasama yang dapat ditangani. Pertama, pendampingan untuk kaum muda, khususnya pendampingan kaum muda di Keuskupan Tanjungkarang.

Kedua, pendampingan bagi keluarga muda yang sangat membutuhkan dukungan bagi hidup mereka. Ketiga, kerjasama antara RR Giri Nugraha Palembang dan RR Laverna Lampung.

“Kami tidak mengalami kesulitan untuk bekerjasama dengan SCJ,” tandas Sr Aquina.

Untuk itu, mewakili kongregasinya, Sr Aquina berharap masih ada kerjasama dalam pengolahan kepribadian, tanggung jawab pribadi dan dialog kehidupan untuk pengembangan iman, khususnya untuk keuskupan.

Pelayanan yang baik dari para anggota SCJ, menyebabkan kekuatiran terhadap eksistensi SCJ di Keuskupan Tanjungkarang. Sr Aquina mengatakan, kami sekarang sedang kuatir, jangan-jangan SCJ meninggalkan Keuskupan Tanjungkarang. Hal ini tampak dari fenomena berkurangnya paroki-paroki yang dilayani oleh para imam SCJ di Keuskupan Tanjungkarang.

Ia mengatakan, adalah fakta sejarah, FSGM ada karena SCJ ada. “Atas undangan SCJ kami hadir di Tanjungkarang. Di mana SCJ hadir di paroki, maka FSGM juga hadir,” tandas Sr Aquina.

Kekuatiran ini telah dijawab oleh Romo Harry Prabowo, Vikaris Jendral Keuskupan Tanjungkarang, yang memberikan presentasi Kamis (18/9) pagi. Melihat realitas kehidupan menggereja, RD Harry mengatakan bahwa SCJ tidak mungkin meninggalkan Lampung. Hal ini bukan hanya karena keterikatan sejarah, tetapi karena keuskupan membutuhkan semangat dan spiritualitas tarekat.

Nah, secercah harapan itu tetap terpenuhi. **
:: © SCJ Propinsi Indonesia - Terima kasih Anda telah mengunjungi situs ini ::