Kapitel IX SCJ Provinsi Indonesia

Mau Jadi Nabi Cinta Kasih Aja “koq” Susah?

Pater Dehon mengharapkan kaum religiusnya menjadi nabi-nabi cinta kasih dan pelayan pendamaian manusia dan dunia dalam Kristus. Harapan Pater Pendiri ini sudah, sedang dan akan menjadi nyata melalui karya-karya dan cara hidup dari para anggota SCJ Indonesia.

Menurut Romo CB Kusaryanto SCJ, menjadi nabi cintakasih dan pelayan pendamaian itu mesti ditempatkan dalam pelayanan bagi Gereja. Hal ini sesuai dengan tujuan pendirian Kongregasi SCJ untuk melayani Gereja dan dunia.

“Itulah maksud yang khas dan asli Pater Dehon dan ciri khas Tarekat (bd. LG dan PC), pelayanan yang harus dilaksanakan Tarekat bagi Gereja” Konstitus SCJ No. 6.

Dalam pelbagai kesempatan, kata Romo Kusmaryanto, Pater Dehon membicarakan bahwa kongregasi kita ini ada untuk melayani Gereja. SCJ memang didirikan bukan sebagai konggregasi kontemplatif tetapi sebagai “ apostolic religious institute ” (Kons. 1). Ciri ini menggabungkan hidup doa dan kerasulan.

“Lebih tepatnya, kita mendasarkan hidup apostolis kita dalam doa-doa dan kontemplasi kita. Menjadi nabi cinta kasih dan pelayan pendamaian itu menjadi jati diri SCJ yang seharusnya meresap dan mengakar di dalam diri setiap SCJ, sehingga menjadi ciri khas anggota dalam kata dan perbuatan,” tandas Romo Kusmaryanto.

Ia menjelaskan bahwa menjadi ciri khas bukan berarti hanya satu-satunya kita yang memiliki, tetapi berarti kita menghidupinya secara serius dengan usaha yang serius pula. “Tema ini didalami dalam konteks konstitusi dan Alkitab dengan menjelaskan pengertian dan hakekat seorang nabi, cinta kasih, pelayan dan pendamaian,” kata Romo Kusmaryanto.

Pada bagian akhir yaitu aktualisasi, Rm Kusmaryanto menjelaskan bahwa KOPTARI mempunyai tema yang mirip dengan tema kapitel, yaitu Mistikus dan Nabi di Zaman ini. Dengan adanya tema KOPTARI yang mirip dengan tema kita ini, maka aktualisasi semangat kapitel kita ini akan menjadi lebih aktual dan lebih mendarat di banyak tempat dan kesempatan.

Ia mengajak para peserta kapitel untuk memikirkan bersama-sama cara aktualisasi menjadi nabi cinta kasih dan pelayan pendamaian dalam Yesus di jaman ini. Ada enam bidang yang dapat menjadi lahan aktualisasi. Pertama, intern SCJ Propinsi Indonesia. Kedua, relasi SCJ Propinsi Indonesia dengan Gereja local. Ketiga, relasi SCJ dengan Gereja universal, secara khusus dengan agenda dan program kongregasi.

Keempat, dalam karya dan pastoral kita. Kelima, dalam hidup sehari-hari di komunitas dan secara pribadi. Keenam, melalui Justice, Peace and Reconcilliation dan bukan JPIC. **
:: © SCJ Propinsi Indonesia - Terima kasih Anda telah mengunjungi situs ini ::