Kapitel IX SCJ Provinsi Indonesia

Amanat Kapitel Propinsi IX

Para konfrater terkasih,

Seiring sejalan dengan Kapitel Jenderal XXIII yang bertemakan “Belaskasih, dalam komunitas, bersama dengan kaum miskin” dalam Kapitel Propinsi Indonesia IX tahun 2014 kita menegaskan diri untuk “Menjadi Nabi Cinta Kasih dan Pelayan Pendamaian dalam Kristus. ”

I. Pengalaman akan Kasih Allah

Dengan mengikrarkan ketiga nasehat injili dalam kesatuan dengan Gereja yang Kudus, kita mengikuti Kristus yang membaktikan diri secara total kepada Allah. Didorong dan diutus oleh Roh Kudus, kita melayani Gereja dan masyarakat dalam komunitas persaudaraan sesuai dengan pengalaman iman Pater Dehon. Pengalaman akan Allah yang mengasihi (bdk. Gal 2: 20) bagi Pater Dehon menjadi pondasi yang kokoh untuk membangun relasi yang mendalam dengan Allah (bdk. Konst. No. 2). Sebagai pengikut Pater Dehon, kita mengusahakan supaya kasih Allah itu menjadi nyata dalam hidup kita. Pengalaman itulah yang menjadi kekuatan bagi kita untuk menjadi nabi cintakasih dan pelayan pendamaian manusia dan dunia dalam Kristus (bdk. Konst. No. 7).

Oleh karena itu kita berkomitmen untuk semakin mengasihi Allah dengan setia dan kreatif dalam menghidupi olah rohani demi menegaskan identitas diri sebagai nabi cintakasih dan pelayan pendamaian dalam Kristus. Kita juga berkomitmen untuk segera mendirikan dan mengembangkan Pusat Spiritualitas. Kita berkomitmen pula untuk mempelajari secara kontekstual Regula Vitae, membatinkan dan dengan tekun menghidupinya.

Direktorium Propinsi mempunyai peran penting dalam kehidupan para anggota sebagai acuan dan pendoman dalam mengahayati hidup kita sebagai religius. Kita menyetujui Draft Revisi Direktorium Propinsi yang telah selesai dikerjakan. Kita akan segera menerbitkan hasil revisi tersebut dan meng a dakan studi secara kritis. Untuk membahas hasil revisi Direktorium Propinsi tersebut kita akan menyelenggarakan kapitel propinsi luar biasa.

II. Komunitas Persaudaraan dalam Kristus

Kita dipanggil untuk mengikuti Kristus dalam komunitas persaudaraan (bdk. Konst. No 8). “Hidup berkomunitas kita bukan hanya merupakan sarana; meskipun harus selalu disempurnakan, hidup berkomunitas itu merupakan perwujudan paling padat dari hidup kita sebagai orang kristen” (Konst. No. 63). Oleh karena itu kita berkomitmen untuk membangun komunitas yang menempatkan Allah sebagai pusat hidup, yang menghargai setiap pribadi seutuhnya, dan yang menumbuhkan semangat belarasa. Kita juga berkomitmen untuk mewujudkan kepemimpinan yang berjiwa nabi cintakasih dan pelayan pendamaian dengan prinsip desentralisasi dan subsidiaritas. Kita terbuka untuk pemekaran komunitas Wilayah Barat demi untuk efektifitas animasi dan koordinasi.

III. Keterlibatan dalam Karya

Konstitusi kita menegaskan bahwa “secara hakiki tarekat kita adalah tarekat kerasulan, maka dengan senang hati kita merelakan diri untuk melayani Gereja dalam berbagai tugas pastoralnya” (Konst. No. 30). Oleh karena itu tantangan jaman yang kita temukan justru menjadi undangan bagi kita untuk terlibat dan memberi sumbangan.

Kita melibatkan diri dan memberi sumbangan lewat kehadiran dan karya. Salah satu hal penting yang terkait dengan karya adalah Core values. Yang dimaksud dengan Core values adalah nilai-nilai yang kita pandang penting untuk mencapai tujuan kita untuk menjadi nabi cinta kasih dan pelayan pendamaian. Core values yang akan kita perjuangkan selama 6 tahun ke depan adalah Belaskasih, Pengampunan, Murah Hati, “Lo R e S a” (Love, Readiness, Sacrifice). Core values ini menjadi acuan dan branding kita dalam pastoral parokial dan kategorial yang transformatif dan edukatif.

Kita memiliki beragam karya baik yang kita miliki dan kelola sendiri (karya propria) maupun yang pengelolaannya dipercayakan kepada kita. Kita bertanggungjawab penuh dalam pengelolaan dan pengembangan karya propria ini sesuai dengan prioritas yang dipilih.

Untuk menjawab situasi dan kondisi masyarakat sekarang ini Komisi JPR (Justice, Peace, and Reconciliation) harus lebih dikembangkan dengan menyediakan tenaga purnawaktu yang kompeten, dan sarana prasarana yang dibutuhkan. JPR propinsi perlu menjalin kerjasama dengan Vivat dan LSM lain.

Perhatian terhadap pendidikan umum merupakan penerusan misi Kristus, pemenuhan hak atas pendidikan, serta sebagai penerusan karya P. Dehon yang mempunyai kepedulian terhadap kaum muda. Karya pendidikan umum menjadi kesempatan untuk menanamkan spiritualitas, menghadirkan Gereja dan mewartakan Kristus kepada masyarakat (Kapitel VIII, th. 2008). Didasarkan pada pertimbangan tersebut maka kita bertanggungjawab dalam pengelolaan dan pengembangan yayasan P endidikan Katolik Leo Dehon dan yayasan Yos Sudarso Metro. Kita perlu juga untuk membentuk tim persiapan untuk m endirikan lembaga pendidikan tinggi sendiri.

Salah satu sarana untuk membentuk mentalitas dan karakter kaum muda adalah pendampingan model asrama. Oleh karena itu kita mengelola asrama-asrama. Untuk asrama yang kita miliki kita bertanggungjawab atas ketersediaan tenaga, sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Mengingat kebutuhan yang mendesak perlu membangun gedung asrama yang baru di Metro. Kita mengembangkan pondok Kristofel dan mendukung pendirian pusat pembinaan di SP3 Timika.

Pater Dehon mewariskan nilai-nilai luhur yang bersifat universal dan bisa menjadi sumbangan spiritualitas untuk jaman ini. Di Indonesia sudah ada kelompok-kelompok yang secara khusus menimba dan mendalami spiritualitas Dehonian. Dengan mereka kita bisa berbagi kharisma Dehonian. Oleh karena itu kita mendukung Youth Dehonian Community (YDC). YDC perlu dikembangkan lebih optimal, dengan menjamin kontinuitas tenaga pendamping, dan membantu pendanaan. Kita juga melayani dan mengembangkan Dehonian Familiy (DF). Kita perlu menyediakan buku pegangan untuk pendampingan mereka. Compagnia Missionaria (CM) juga kita dukung dengan menyediakan tenaga pendamping rohani untuk mereka.

Pastoral parokial tetap merupakan bagian dari keterlibatan kita dalam mengembangkan Gereja lokal dan tempat untuk berbagi kharisma kongregasi. Dalam mengelola paroki kita mengacu pada visi-misi keuskupan dan dengan semangat nabi cinta kasih dan pelayan pendamaian.

 IV. Kerjasama dengan Berbagai Pihak

Kerjasama yang kita jalin dengan pihak manapun dimaksudkan sebagai usaha untuk membuat kharisma pater Dehon berbuah (bdk. Konst. No. 1), di dasari semangat kasih (bdk. Konst. No 7). Kerjasama itu harus saling menumbuhkan dan mengembangkan Gereja, kongregasi, dan masyarakat, disertai sikap saling menghormati dan menghargai, berdasarkan p rinsip keadilan Kristiani.

Kerjasama yang kita bangun dengan pihak manapun harus dibicarakan dan direncanakan secara matang dan didokumentasikan dalam bentuk konvensi dan atau MoU ( Memorandum of Understanding).

- Kerjasama dengan Keuskupan

Kita mendukung perkembangan Gereja lokal dengan menumbuhkan panggilan dan perkembangan imam diosesan, melalui komunikasi yang baik, promosi panggilan imam diosesan, formasio, komunitas campuran, dan ongoing formation.

Kita meneruskan paroki konvensi dengan jangka waktu yang panjang`(15-20 tahun) yang telah ada di keuskupan Palembang dan mengusahakan adanya paroki konvensi dan paroki propria di keuskupan tempat SCJ berkarya. Kriteria tempat yang diajukan sebagai paroki konvensi dan paroki propria adalah ada ikatan sejarah yang kuat dengan kehadiran SCJ dan adanya relasi dengan rumah rumah pendidikan biarawan/ biarawati. Tujuan paroki konvensi dan paroki propria adalah untuk mendaratkan spiritualitas SCJ, demi kestabilan karya, dan untuk pembinaan imam muda, dan penanaman nilai nilai spiritualitas SCJ.

- Kerjasama dalam Pendidikan Umum

Sebagaimana ditegaskan dalam kapitel VIII, kita tetap melibatkan diri dalam karya pendidikan umum secara khusus di Yayasan Xaverius Palembang dan Yayasan MUSI Palembang.

Kapitel propinsi VIII memutuskan bahwa kita menerima tawaran untuk lebih melibatkan diri dalam pengelolaan Sekolah Tinggi MUSI (lih Kep. Kapitel VIII, No. VI. B). Dalam perjalanan waktu pihak keuskupan Agung Palembang pernah menyerahkan kepemilikan yayasan MUSI Palembang kepada kongregasi SCJ. Namun demikian penyerahan itu telah ditarik kembali.

Kita tetap melibatkan diri di yayasan MUSI Palembang, sekalipun bukan menjadi milik kongregasi. Kita menyediakan tenaga untuk bekerja di Yayasan MUSI sejauh kemampuan kita. Adapun dasar keterlibatan itu adalah tawaran dari keuskupan untuk terlibat seluas-luasnya, k omitmen SCJ untuk membangun dan mendukung Gereja lokal. Sekolah Tinggi MUSI dapat menjadi lahan yang subur untuk berbagi kharisma kongregasi. Selain itu Sekolah Tinggi MUSI bisa mempunyai peran penting dalam pendidikan dan kaderisasi kaum muda.

Namun demikian kita akan m eninjau ulang hasil keputusan Kapitel propinsi VIII tentang keterlibatan SCJ di Yayasan MUSI Palembang (lih Kep. Kapitel VIII, No. VI. B). Kita juga harus membuat MoU yang jelas dengan pihak Keuskupan.

Selain itu kita juga tetap mencari peluang untuk membangun perguruan tinggi yang bisa dimiliki dan dikelola sendiri.

- Kerjasama dengan Para Religius

Kita m endukung kehidupan para religius di tempat kita hadir dan berkarya melalui pelayanan rohani, sakramen, dan formasio. Kita juga menjalin kerjasama lewat FKP R PGP (Forum Kerjasama Pemimpin Religius Propinsi Gerejawi Palembang) dan IPAR ( Ikatan Persaudaraan Antar Religius ) di Keuskupan Timika.

- Kerjasama dengan Rumah Retret

Rumah retret menjadi tempat sangat strategis dalam pembentukan kader dan pengembangan rohani baik untuk para religius, kaum muda, dan kaum awam. Oleh karena itu kita terus mendukung dan mengembangkan pastoral rumah retret. Kita perlu m erumuskan kembali MoU dalam pengelolaan Rumah Retret Giri Nugraha. Kita juga m elanjutkan kerjasama dalam pelayanan di Rumah Retret La Verna. Dan kita akan m enjajaki kemungkinan untuk pelayanan rumah retret Ngison Nando.

- Kerjasama dengan Majalah Moogi

Kita memiliki saham di PT LoReSa Media Indonesia yang antara lain menerbitkan Majalah Moogi. Majalah Moogi merupakan sarana pewartaan dan pembinaan iman anak Katolik Indonesia yang baik, maka semua anggota propinsi perlu men dukung dan mempromosikannya.

- Kerjasama dengan Kuria Jenderal dan Entitas- Entitas Kongregasi

Kita mendukung program jendralat berkaitan dengan program internationalitas. Selain itu kita juga tetap melanjutkan program kerjasama zona Asia untuk persiapan kaul kekal, ongoing formation imam yunior, pertemuan formator, dan pertemuaan-pertemuan lain.

V. Pengelolaan Keuangan dan Harta Benda

Pengelolaan keuangan dan harta benda menjadi perwujudan nyata penghayatan kaul kemiskinan sekaligus menjadi kesaksian hidup bagi dunia tentang hidup sederhana. Penghayatan kemiskinan ditandai dengan tidak mencari status atau hormat dari kekayaan, hidup sederhana sebagai wujud solidaritas dengan orang kecil, dan menjadikan harta milik sebagai milik bersama ( bdk. Konst. 44-49).

Kita menerapkan prinsip kejujuran, kewajaran dan tanggungjawab dalam mengelola seluruh keuangan dan harta benda seluruh anggotanya. Prinsip-prinsip tersebut dilaksanakan dengan sistem pembukuan dan pelaporan yang transparan, akuntabel dan disiplin dalam pembuatan laporan.

Kita memberlakukan sistem budgeting untuk pribadi, komunitas rumah, wilayah, dan propinsi. Kita menetapkan juga batas kewenangan penerimaan, penyimpanan dan penggunaan uang dan harta benda pribadi, komunitas rumah dan wilayah.

Dalam Pengelolaan asset dan investasi kita m emastikan legalitas seluruh asset dan harta milik kongregasi. Asset, dan investasi baik yang lama maupun yang baru, dikaji secara komprehensif dan ditangani secara profesional. Kita membuka peluang untuk mengusahakan investasi baru dengan kajian yang komprehensif.

Terkait dengan fund raising kita membentuk team yang bertanggungjawab untuk mengelola dan menganimasi fund raising di tingkat propinsi.

Kita memberlakukan sistem pembukuan administrasi dan harta benda yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Dan demi menjamin kesehatan dan perawatan anggota yang sakit kita mengikutsertakan seluruh anggota SCJ dalam asuransi kesehatan.

Formasio menjadi sarana penting untuk mengimplementasikan keputusan dan rekomendasi kapitel, khususnya untuk para anggota muda. Oleh karena itu para formator hendaknya mengusahakan cara-cara yang tepat untuk mengaplikasikan hasil kapitel ini dalam dunia formasio. Perlu juga dijamin ketersediaan tenaga yang memadai baik dalam kualitas maupun kuantitas di semua level formasio. Ongoing formation untuk para anggota hendaknya juga menjadi sarana dan kesempatan untuk mewujudkan keputusan dan rekomendasi kapitel ini.

Semua keputusan dan rekomendasi kapitel sebelumnya yang tidak bertentangan dengan keputusan dan rekomendasi Kapitel Propinsi SCJ Indonesia IX ini dinyatakan tetap berlaku.

Palembang, 23 September 2014

Atas nama para kapitulan

P. Andreas Madya Sriyanto, SCJ
Superior Propinsial

:: © SCJ Propinsi Indonesia - Terima kasih Anda telah mengunjungi situs ini ::