Menu Utama

     Pendiri SCJ

     Kongregasi SCJ
Pedoman Hidup SCJ   
     Propinsi Indonesia
     Karya
     Komunitas
     Elenchus
     Doa Persembahan
     Artikel
     Necrologium
     Link Propinsi SCJ
     BLOG Berita
 
Kontak - Info


Propinsialat SCJ Indonesia

Jl. Karya Baru 552/94  Km.7
Palembang  30152
Sumatera Selatan
Indonesia
Telp. +062 0711 410835
Fax. +062 0711 417533
Email: sekpropscj@gmail.com

 

 

Pedoman Hidup

Cari Nomor:

Pengantar Konstitusi

KEDUA  BAB  PERTAMA  KONSTITUSI  1956

 

BAB  I :  TUJUAN  SERIKAT

1. Serikat Imam-imam Hati Kudus didirikan oleh Abdi Tuhan Leo Yohanes Dehon pada tahun 1878. Serikat ini merupakan serikat membiara klerikal, tak terkecualikan dari kewibawaan pembesar gerejani setempat, di bawah pengawasan Sri Paus, dibagikan menjadi propinsi-propinsi dan terdiri atas anggota-anggota yang termasuk klerus serta bruder-bruder.

2.1. Tujuan umum Serikat ialah semakin besarnya kemuliaan Allah serta kesucian angota-anggota, melalui pelaksanaan ketiga kaul sederhana yaitu ketaatan, kemurnian dan kemiskinan, serta pelaksanaan Konstitusi ini.

2.2. Tujuan khusus Serikat ialah supaya para anggota menyatakan cinta bakti khusus terhadap Hati Kudus Yesus, supaya mereka berusaha untuk membalas cinta kasih Hati Kudus dan dengan bakti hormat yang pantas menyeimbangi penghinaan-penghinaan yang menyedihkanNya.

3. Maka hendaklah anggota-anggota Serikat melibatkan diri sepenuhnya dalam usaha ini: dengan senang hati menjalankan acara-acara rohani yang telah dianjurkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus sendiri kepada Santa Margareta Maria, yaitu Misa dan Komuni sebagai pemulihan; pengudusan Hari Jum'at Pertama setiap bulan; acara rohani Jam Kudus setiap hari Kamis, dan sembah sujud terhadap Hati Kudus dalam Sakramen Ekaristi Kudus.

4. Dalam gereja-gereja Serikat dan dalam kapel-kapel Serikat di mana Ekaristi Kudus boleh disimpan, hendaklah juga setiap hari diadakan pentahtaan Sakramen Mahakudus untuk umum, dengan persetujuan pembesar gerejani setempat.

5. Selama bulan Juni hendaklah diadakan acara-acara rohani untuk menghormati Hati Kudus Yesus. Pesta Hati Kudus Yesus hendaklah dirayakan secara meriah dalam semua rumah Serikat.

6. Supaya anggota-anggota Serikat sedapat mungkin mencapai kesucian, hendaklah mereka meniru kebajikan-kebajikan dan kesempurnaan Hati Kudus Yesus dan melaksanakan semua acara rohani dalam semangat cinta kasih dan pengorbanan diri.

7. Akhirnya hendaklah anggota-anggota Serikat berusaha dengan sekuat tenaga untuk memenangkan orang bagi Kristus Tuhan serta menimbulkan dalam diri orang-orang cinta kasih dan pembaktian yang sebesar mungkin kepada Hati Yesus.

8. Untuk mencapai itu, hendaklah mereka rajin bekerja untuk mendidik kaum muda, khususnya calon imam; untuk membimbing retret-retret; untuk menjalankan retret-retret paroki dan semua karya pelayanan imamat yang dapat memajukan keselamatan khususnya bagi orang-orang yang rendah. Lagi pula  para anggota Serikat dapat menyanggupi karya paroki khususnya di daerah terpencil, dan dengan senang hati hendaklah mereka berkarya di tanah misi, asal pelaksanaan cara hidup membiara dan kehidupan bersama dapat tetap terpelihara.
Mereka hendaklah menerima ajaran dan peraturan Sri Paus, wakil Kristus, dengan semangat anak terhadap bapak, dan menyebarkannya tanpa kenal lelah. Hendaklah itu dipandang sebagai suatu bentuk pembaktian kepada Hati Yesus.

BAB  II : SEMANGAT CINTAKASIH DAN PENGORBANAN DIRI

9. Hidup dalam cintakasih dan pengorbanan diri berarti bahwa kita membaktikan dan mentahbiskan diri kita dan segala bakat kita kepada kehendak Allah. Itulah ciri khas Serikat. Sebab tak ada cara yang lebih baik untuk meniru hidup Yesus Kristus yang terus menerus mengorbankan hidupNya untuk manusia.

10. Supaya hidup Yesus itu semakin penuh meraja dalam diri kita, hendaklah semua anggota Serikat setiap hari mempersembahkan doa, karya dan penderitaannya kepada Allah dalam persatuan dengan Hati Kudus Yesus, dengan maksud memberikan korban, pemulihan, pujian dan cinta kasih kepada Tuhan.

11. Persembahan itu hendaklah sering kali disegarkan kembali; dan menjelang perbuatan-perbuatan yang terpenting dalam hidup kita hendaklah persembahan itu kita perbaharui.

12. Segala susah dan penderitaan, entah berasal dari peristiwa- peristiwa yang terjadi atau dari hidup bersama-sama, hendaklah diterima dengan senang hati demi pujian dan hormat Allah yang Mahatinggi.

13. Namun semuanya itu tidak menjadi wajib karena suatu kaul, tetapi menunjukkan kepada kita jalan kehidupan yang paling sesuai dengan keinginan Hati Yesus.  

Top
Daftar Isi

:: © SCJ Propinsi Indonesia - Terima kasih Anda telah mengunjungi situs ini ::