Menu Utama

     Pendiri SCJ

     Kongregasi SCJ
Pedoman Hidup SCJ   
     Propinsi Indonesia
     Karya
     Komunitas
     Elenchus
     Doa Persembahan
     Artikel
     Necrologium
     Link Propinsi SCJ
     BLOG Berita
 
Kontak - Info


Propinsialat SCJ Indonesia

Jl. Karya Baru 552/94  Km.7
Palembang  30152
Sumatera Selatan
Indonesia
Telp. +062 0711 410835
Fax. +062 0711 417533
Email: sekpropscj@gmail.com

 

 

Pedoman Hidup

Cari Nomor:

BAGIAN PERTAMA

SETIA PADA KHARISMA
BAPA PENDIRI

(nn. 1-8)

1. Kongregasi Kita Dibangkitkan dan Diutus oleh Roh Kudus

(1)
Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus
didirikan oleh Pater Yohanes-Leo Dehon
pada tahun 1878 di kota Saint-Quentin.
Pater Dehon telah menerima rahmat dan pengutusan
untuk memperkaya Gereja
dengan sebuah Tarekat religius kerasulan,
yang hidup dari semangatnya yang injili.

Kongregasi kita dipanggil
untuk membuat kharisma Pater Dehon itu berbuah
sesuai dengan tuntutan Gereja dan dunia.

2. Sesuai dengan Pengalaman Iman Pater Dehon

(2)
Tarekat kita berakar dalam pengalaman iman Pater Dehon.
Pengalaman yang sama
telah diungkapkan oleh Santo Paulus:

Hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah, yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku (Gal 2:20).

Lambung Penebus yang tertikam
dan Hati yang terbuka
bagi Pater Dehon merupakan suatu ungkapan
yang paling “mampu mengungkapkan
dan membangkitkan cintakasih” (evocatrice d'un amour);
Pater Dehon mengalami bahwa
cintakasih itu hadir secara aktif dalam hidupnya.

(3)
Pater Dehon menemukan sumber keselamatan
dalam cintakasih Kristus yang telah menerima kematian
sebagai puncak pemberian hidup-Nya bagi manusia
dan sebagai ketaatan Putera kepada Bapa.

Dari Hati Yesus yang dibuka di salib,
lahirlah manusia dengan hati baru yang dijiwai oleh Roh Kudus
dan yang bersatu dengan saudara-saudaranya
dalam komunitas cintakasih yakni Gereja
(bd. Etudes sur le Sacré-Coeur I, hal.114).

(4)
Pater Dehon sangat peka terhadap dosa
yang melemahkan Gereja, terlebih yang dilakukan
oleh mereka yang dibaktikan kepada Tuhan.

Pater Dehon mengenal kejahatan-kejahatan dalam masyarakat;
dia telah mempelajari sebab-sebabnya dengan teliti
dalam tataran manusiawi, personal, dan sosial.

Tetapi ia melihat penyebab yang paling men dasar
dari kemalangan manusia itu
karena penolakan atas cintakasih Kristus.

Tertangkap oleh cintakasih yang ditolak itu,
ia mau menjawabnya
melalui persatuan mesra dengan Hati Kristus
dan melalui penegakan Kerajaan-Nya
dalam pribadi manusia dan dalam masyarakat.

(5)
Persatuan dengan Kristus yang berasal dari lubuk hati,
telah diwujudkan dalam seluruh hidup,
khususnya dalam karya kerasulannya.
Kerasulan itu ditandai dengan perhatian istimewa
terhadap manusia khususnya yang paling tak berdaya,
serta keinginan mendalam untuk memperbaiki secara aktif
pastoral Gereja yang kurang memadai pada zaman itu.

Persatuan dengan Kristus itu
terungkap dan terpusatkan dalam korban ekaristis,
sehingga seluruh hidupnya menjadi
suatu m isa yang terus-menerus
(bd. Couronnes d'Amour III, hal 199).

3. Untuk Melayani Gereja

(6)
Dengan mendirikan Kongregasi para Oblat,
Imam-imam Hati Kudus Yesus,
Pater Dehon menghendaki supaya para anggotanya
secara eksplisit mempersatukan hidup mereka
sebagai religius dan rasul,
dengan pemberian diri Kristus
kepada Bapa sebagai pemulihan
demi manusia.

Itulah maksud yang khas dan asli Pater Dehon
dan ciri khas Tarekat (bd. LG [45] dan PC [2]),
pelayanan yang harus dilaksanakan Tarekat bagi Gereja.
Sesuai dengan kata-kata Pater Dehon sendiri:

Seluruh panggilan kita, tujuan kita, kewajiban kita, dan janji kita ditemukan dalam kata-kata ini: Ecce Venio,... Ecce Ancilla..., (Direktorium Rohani I. 3 ).

(7)
Pater Dehon mengharapkan para religiusnya
supaya menjadi nabi cintakasih
dan pelayan perdamaian manusia dan dunia
dalam Kristus (bd. 2 Kor 5:18).

Dengan melibatkan diri bersama Kristus,
untuk memperbaiki kerusakan akibat dosa dan kurangnya cintakasih
dalam Gereja dan dunia,
mereka mempersembahkan ibadah cintakasih dan pemulihan
yang diinginkan Hati-Nya
melalui seluruh hidup, doa, karya,
penderitaan, dan kegembiraan mereka
(bd. NQ XXV, 5).

4. Dalam Komunitas Persaudaraan

(8)
Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus
merupakan Tarekat religius klerikal apostolik,
bertingkat kepausan,
serta terdiri dari provinsi-provinsi,
regio-regio, dan distrik-distrik.

Anggota-anggotanya mengikrarkan kaul publik,
yaitu selibat yang dipersembahkan, kemiskinan, dan ketaatan,
menurut Pedoman Hidup
dan peraturan-peraturan Tarekat.

Semua anggota adalah sederajat
dalam pengikraran hidup religius;
tanpa perbedaan
kecuali dalam jenis pelayanan.

Sebagai anggota Kristus,
yang setia kepada undangan-Nya yang mendesak
yaitu SINT UNUM,
semua anggota, dengan semangat persaudaraan,
memikul beban satu sama lain dalam hidup bersama.

*

Top
Daftar Isi

:: © SCJ Propinsi Indonesia - Terima kasih Anda telah mengunjungi situs ini ::